Site Statistics

  • Users online: 1 
11 April 2021

GERBANG INFORMASI EDUKASI

Didampingi LKBH PWI Banten Iman Fuadi Akan Laporkan PT. Arthaasia Finance Ke Polda Banten

0 0

Karena keadaan ekonomi yang kurang baik,
Iman Fuadi (34) seorang Bapak 2 anak, menjadi korban perampasan kendaraan Truck Isuzu ELF NKR 71 CC pada Kamis lalu (4/2/2021) di Legok Jl. Raya Serang – Cilegon secara paksa oleh Debt Collector.

Iman Fuadi yang juga aktif sebagai Wakil Bendahara Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Serang itu, mengaku kendaraan truk Isuzu miliknya diperoleh dari Dealer Isuzu PT. Autocipta Karya di Jakarta.

Melalui Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH) PWI Provinsi Banten, Cecep Syaepudin, S.H mengatakan, kejadian tersebut pihaknya akan melaporkan leasing PT. Arthaasia Finance ke Polda Banten. Karena, menarik kendaraan secara paksa kendaraan di tengah jalan.

“Ya, kami akan melaporkan leasing PT. Arthaasia Finance, karena telah menarik paksa kendaraan milik Pak Iman fuadi di tengah jalan,” ungkapnya kepada Wartawan, Rabu (10/2/2021).

Menurut Cecep, kawanan leasing tersebut suatu perbuatan kesewenangan, mereka (Debt Collector) mengejar serta melakukan penghadangan si pengendara ditengah jalan, tanpa menghiraukan keselamatan sedikitpun.

“Sebab kuat dugaan tindakan tersebut sewenang-wenang karena telah mengambil mobil klien kami secara paksa, unit tersebut di ambil di jalan dengan cara di kejar, kemudian di halangi dengan mobil pelaku dan kontak mobilnya di rampas,” terang Cecep.

“Menurut hemat kami, pasal perampasan unsurnya terpenuhi. Karena, walaupun ada penandatanganan berita acara penyerahan unit kendaraan, namun yang menandatanganinya sopir bukan Debitur” imbuhnya.

Sementara itu, Iman Fuadi mengaku, memiliki kendaraan tersebut sejak tahun 2016 yang di peroleh dari Dealer Isuzu Pt Autocipta Karya di Jakarta. Kendaraan tersebut dibiayai oleh PT. Arthaasia Finance yang berdomisili di Jakarta dengan TOP (Term Of Payment) Kredit selama 48 bulan.

Namun, setelah menginjak angsuran ke 42 kata Iman, karena keadaan ekonomi yang kurang baik, ditambah massa pandemi covid-19, belum bisa membayar kredit angsuran.

“Bukan disengaja, saya sudah berupaya semaksimal mungkin untuk melunasi hutang. Namun, bagaimana jika Tuhan berkehendak lain yang mengakibatkan saya belum bisa membayar hutang,” ujar Iman kesal.

“Saya pikir, ini perbuatan ugal-ugalan banget. Sebab, hampir 4 tahun saya membayar angsuran, dan belum pernah ketemu dengan Debt Collector, pungkasnya.

Laporan : Iman Ibong

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

error: Dilarang Copy Paste !!
LIVE OFFLINE
track image
Loading...