<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0" 
     xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" 
     xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" 
     xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
     xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">
  <channel>
    <title>Nasional - wartakan | Mengabarkan Indonesia</title>
    <link>https://wartakan.id/</link>
    <description>Berita terbaru kategori Nasional - Wartakan.id, portal berita terpercaya yang hadir dengan komitmen &amp;amp;amp;amp;amp;quot;Mengabarkan Indonesia&amp;amp;amp;amp;amp;quot; secara aktual, tajam, berimbang, dan mendalam.</description>
    <language>id-ID</language>
    <lastBuildDate>Wed, 12 Aug 2026 20:28:25 +0700</lastBuildDate>
    <generator>Modib CMS 1.1.9 - https://modib.id</generator>
    <atom:link href="https://wartakan.id/rss/category/nasional" rel="self" type="application/rss+xml" />

        <item>
      <title><![CDATA[IDEAS Ingatkan: Jangan Jadikan Status UMKM Alasan Menghapus Perlindungan Ojol]]></title>
      <link>https://wartakan.id/post/ideas-ingatkan-jangan-jadikan-status-umkm-alasan-menghapus-perlindungan-ojol</link>
      <pubDate>Wed, 12 Aug 2026 19:17:00 +0700</pubDate>
      <dc:creator>Redaksi</dc:creator>
            <enclosure url="https://wartakan.id/storage-modib/posts/6a7c655dc1174_3bd6c5e1-b697-445c-8cc2-13b805d2a49f.jpg" type="image/jpeg" length="0"/>
            <content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-weight: bolder;">TANGSEL</span> – Wacana menjadikan pengemudi ojek online (ojol) sebagai pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dinilai perlu dikaji secara matang. Meski pemerintah perlu memperluas akses pemberdayaan ekonomi bagi pekerja platform digital, status UMKM tidak boleh dijadikan pengganti perlindungan ketenagakerjaan.</p><p>Peneliti Institute for Demographic and Affluence Studies (IDEAS), Muhammad Anwar, menilai persoalan utama yang dihadapi pengemudi ojol bukan sekadar keterbatasan modal atau akses terhadap program pemberdayaan usaha. Menurutnya, masalah yang lebih mendasar adalah ketimpangan relasi antara pengemudi dan perusahaan platform.</p><p>“Pengemudi memang memiliki kendaraan sendiri dan bekerja secara fleksibel. Namun, mereka tidak memiliki kendali yang sama atas pasar tempat mereka bekerja. Tarif, distribusi order, insentif hingga suspend ditentukan melalui sistem yang sebagian besar berada dalam kendali perusahaan platform,” ujar Anwar dalam keterangan tertulisnya, Rabu (12/8/2026).</p>]]></content:encoded>
      <category>Nasional</category>
      <media:keywords><![CDATA[ojol,pengemudi ojol,UMKM,pekerja platform,IDEAS,Muhammad Anwar,perlindungan pekerja,ekonomi digital,KUR,ojek online,jaminan sosial,transparansi algoritma]]></media:keywords>
<description><![CDATA[IDEAS menilai wacana menjadikan pengemudi ojol sebagai pelaku UMKM perlu dikaji hati-hati. Status UMKM tidak boleh menghilangkan hak perlindungan pekerja platform seperti jaminan sosial, keselamatan kerja, dan transparansi algoritma.]]></description>
    </item>
    
  </channel>
</rss>
