Jepang Adaptasi New Normal di Sektor Pariwisata

Virus corona memang membuat industri pariwisata Jepang hancur. Namun, memasuki masa new normal seperti sekarang, industri pariwisata Jepang pun berusaha untuk menerapkan sistem new normal di tempat-tempat wisata.

Desa Achi di Prefektur Nagano misalnya. Desa yang dikenal dengan onsen dan spot utama untuk memandang bintang ini kehilangan banyak pengunjung yang berasal dari kota besar seperti Tokyo. Karena itu, pemerintah Achi memutuskan untuk menarik perhatian para turis yang tinggal tak jauh dari desa tersebut.

Tempat yang dikelilingi gunung dan bebas polusi ini kini menawarkan diskon sedikitnya 50 dollar Amerika per malam khusus bagi penduduk Prefektur Nagano.

Salah satu pengunjung asal Nagano mengatakan dia ingin berkontribusi dalam industri pariwisata lokal jadi ia mengunjungi Achi.

“Aku pikir, ini merupakan kesempatan bagus untuk menikmati keunggulan desa ini,” uajrnya.

Sementara itu, seorang peneliti mengatakan strategi new normal dalam industri pariwisata yang dilakukan Desa Achi cukup bagus dan menguntungkan.

“Menarik penduduk lokal sangat menguntungkan. Meski bisa saja terjadi klaster baru, proses tracking akan lebih mudah jika mereka berkumpul di satu prefektur,” kata peneliti dari Japan Research Institute,  Kousaka Akiko.

Sementara itu, tur ke luar negeri masih tidak memungkinkan karena pembatasan penerbangan di beberapa negara. Karena itu, agensi travel terbesar di Jepang, punya ide menarik, menawarkan tur virtual. H.I.S.

Para pelangan akan memilih destinasi wisata mereka sendiri dan guide lokal akan memandu mereka ke tempat yang dipilih secara online. Tur ini rencananya akan dibuat gratis atau berharga sekitar 10 dollar. Perwakilan resmi H.I.S. mengatakan kini sudah ada lebih dari  4.000 orang yang mengikuti tur online ini.

“Beberapa pelanggan mengatakan mereka merasa banar-benar berkunjung ke tempat yang mereka pilih,” ujar perwakilan H.I.S., Uemura Tomoko.

“Kami akan mempelajari bagaimana cara membuat layanan kami tetap aman sambil mempersiapkan pembukaan kembali traveling ke luar negeri,” tambahnya.

H.I.S. juga mengatakan mereka akan mempersiapkan beberapa paket tur online sebagai produk utama mereka di musim panas ini.
Sumber: NHK