Site Statistics

  • Users online: 0 
16 Januari 2021

GERBANG INFORMASI EDUKASI

Joe Biden Angkat Palestina, Abaikan Israel dalam Perubahan Kebijakan

Joe Biden Angkat Palestina, Abaikan Israel dalam Perubahan Kebijakan
Biden telah berjanji untuk tidak meminta bantuan Israel pada perubahan kebijakan. Itu menunjukkan ketidaksetujuannya terhadap aktivitas Israel.
2 0

Presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Joe Biden sempat menggambarkan dirinya sebagai seorang Zionis. Bahkan, sebagai teman sembilan perdana menteri Israel, Namun perselisihan bisa saja muncul saat ini Benjamin Netanyahu terkenal berseteru dengan mantan bos Biden, Barack Obama.

Ia mungkin mendapat cambukan kebijakan setelah empat tahun bersama dengan Presiden Donald Trump, kata sumber yang dilansir Reuters, Senin (09/11/2020) lalu.

Yang Ia puji sebelum pemilihan karena telah mengisolasi Iran, menghadapi agresinya, mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel, dan kedaulatan Dataran Tinggi Golan.

Namun poin perbedaan pada masalah Timur Tengah akan segera berubah, karena Biden dan Netanyahu menghadapi krisis terkait Covid-19 dan ekonomi. Di antara poin-poin ketidaksepakatan adalah janji Biden untuk memulihkan keterlibatan AS dalam kesepakatan nuklir Iran.

Penentangannya terhadap pemukiman Israel yang diduduki di mana Palestina mencari status kenegaraan. Netanyahu sayap kanan tidak memiliki keinginan untuk menjadi negara bagian Palestina, yang akan membutuhkan pembatasan pemukim Yahudi di Tepi Barat.

Sebagai wakil presiden pada 2010 lalu, Biden mengutuk rencana Israel membangun 1.600 rumah di Ramat Solomo. Sebuah pemukiman di Jerusalem Timur.

Saat ini, Ramat Solomo yang diperluas memiliki 16.000 penduduk dan jalan layang sendiri. Namun mengesampingkan sebagian dari kebijakan Trump di Timur Tengah mungkin tidak berarti Biden dengan cepat menawarkan alternatif lain.

Ia telah mengatakan tidak akan membalikkan pengakuan Trump atas Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Biden telah berjanji untuk tidak meminta bantuan Israel pada perubahan kebijakan. Itu menunjukkan ketidaksetujuannya terhadap aktivitas Israel.

“Pemerintahan Joe Biden tidak bisa benar-benar mengerahkan energi untuk mendorong ‘proses perdamaian’,” kata Reuel Marc Gerecht dari Foundation for Defense of Democracies.

Joe Biden akan berusia 78 tahun pada hari pelantikan. “Dia ada di sekitar blok ini dan itu terlalu melelahkan,” katanya.

Seorang penasihat Biden mengatakan sebagai pengganti sementara, presiden terpilih dapat memberi isyarat kepada Palestina akan menempatkan mereka pada posisi yang lebih seimbang dengan Israel.

Mengenai Iran, Daniel Shapiro, Duta besar AS untuk Israel di bawah Obama, mengatakan kepada Reuters, “Memastikan Iran tidak mendapatkan senjata nuklir tetap menjadi prioritas, dan jelas memastikan keamanan Israel dan bekerja untuk setidaknya menjaga solusi dua negara,”

Ia juga mengatakan kemungkinan akan ada prioritas di balik masalah domestik AS yang lebih mendesak.

BACA JUGA:

Pekerjaan Rumah Joe Biden Usai Kalahkan Donald Trump

Pengamat Hubungan Internasional, Dinna Prapto Raharja, memberikan pandangannya terkait apa yang akan dilakukan Joe Biden di masa awal menjadi Presiden Amerika Serikat.

Dinna menyebut, Biden akan disibukkan dengan urusan di internal pemerintahan di awal-awal kepemimpinannya. Hal itu termasuk membersihkan kebijakan-kebijakan presiden sebelumnya, Donald Trump, yang tidak sejalan dengannya.

“Joe Biden akan banyak jadi tukang sapu dulu, kalau saya boleh pakai istilah itu.””Ini karena saat Trump memimpin cukup banyak kebijakan Amerika Serikat yang berubah drastis,” ucap Dinna dikutip dari kanal YouTube KompasTV, Senin (09/11/2020) lalu.

Dinna kemudian membeberkan contoh kebijakan yang akan disapu oleh Biden. Disebutkan, Biden akan mengembalikan kiblat hubungan internasional negara paman Sam ke prinsip multilateralisme.

“Seperti melakukan negosiasi dengan Iran contohnya,” lanjut perempuan berkaca mata ini.

Dinna menambahkan, Biden juga memiliki tugas rumah berat dalam memperbaiki perekonomian Amerika Serikat pasca terpaan badai pandemi Covid-19. Ia juga melihat di tahun pertama dan kedua, Biden akan disibukkan dengan urusan internal dan sekutu-sekutu Amerika Serikat.

Arti Kemenangan Joe Biden bagi Dunia

Joe Biden menjadi presiden Amerika Serikat ke-46. Berdasarkan Associated Press, Joe Biden telah memenangkan Pilpres 2020 dengan perolehan 290 suara elektoral. Joe Biden berhasil menguasai Pennsylvania (20 suara elektoral) dan Nevada (6 suara elektoral) setelah 3 hari jumlah suara elektoral tak berubah.

Ia kini dipastikan melaju ke Gedung Putih, meninggalkan Donald Trump yang hanya mengumpulkan 214 suara elektoral. Tiga negara bagian belum menyelesaikan perhitungan, yaitu North Carolina (15), Georgia (16) dan Alaska (3).

Lantas, apa arti kemenangan Joe Biden bagi dunia internasional? Berikut penjelasannya yang dilansir dari Tribunnews di berbagai sumber.

China

Sudah menjadi rahasia umum, hubungan Amerika Serikat dengan negara China memanas saat Donald Trump menjadi presiden. Ini terbukti adanya perang dagang yang melibatkan dua negara besar di dunia ini.

Koresponden BBC, John Sudworth, menyebutkan bahwa Trump tercatat beberapa kali menjatuhkan sanksi kepada China. Langkah itu termasuk menuding China sebagai biang kerok atas pandemi Covid-19 yang melanda dunia.

Terpilihnya Joe Biden sebagai presiden akan membawa angin segar kepada China. Disebutkan, negara yang dipimpin oleh Xi Jinping ini akan memperbaiki hubungannya dengan Amerika Serikat.

“China mungkin, tentu saja, mencoba mencari keuntungan dalam kesediaan Joe Biden untuk bekerja sama dalam masalah besar seperti perubahan iklim.Termasuk juga untuk bekerja memperbaiki aliansi dengan Amerika,” kata John.

Iran

Tidak jauh berbeda dengan China, negara Iran juga memiliki hubungan buruk saat Trump menjadi presiden. Hal ini tidak lepas dari kebijakan Trump yang dinilai terus memberikan tekanan terhadap Iran, sehingga membuatnya mengalami guncangan ekonomi.

Selain itu, Trump memerintahkan pembunuhan Jenderal Qasem Soleimani, teman dekat Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, yang semakin memperkeruh keadaan.

Masih dilansir BBC, koresponden BBC Persian Service Kasra Naji, menyebut terpilihnya Joe Biden membuat negosiasi dengan pemerintah Amerika Serikat jauh lebih mudah bagi Iran.

“Presiden terpilih Biden, mengatakan dia ingin menggunakan diplomasi dan kembali ke kesepakatan nuklir dengan Iran,” tulis Kasra.

Kasra menambahkan, jutaan orang Iran yakin masa depan mereka bergantung pada hasil dan berharap kemenangan Biden yang akan membuat ketegangan kedua negara mereda.

Indonesia

Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia memandang, terpilihnya Biden sebagai Presiden AS, tetap tidak akan signifikan mengubah kebijakan Amerika Serikat di indonesia.

Menurut Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri Partai Gelora, Henwira Halim, sejak Barack Obama menjadi Presiden AS hingga Donald Trump, kebijakan Amerika Serikat terhadap Indonesia AS tidak berubah.

“Tetapi impact (dampaknya, red) pada Indonesia dengan terpilihnya Biden akan membuka lebih banyak ruang untuk negosiasi antara AS dan RRC (China). Indonesia akan memiliki kesempatan lebih besar untuk berperan penting meredakan ketegangan di kawasan,” kata Henwira melalui keterangannya, Minggu (08/11/2020) lalu.

Menurut Henwira, ketegangan antara Amerika Serikat dan China akan tetap berlanjut dalam hal unjuk kekuatan pertahanan dan militer.Amerika Serikat tetap akan menggelontorkan anggaran besar untuk mengimbangi kekuatan militer China.

“AS selalu memandang harus ada perimbangan terhadap perkembangan militer RRC terutama aktivitas mereka di Kawasan Laut China Selatan. Kerjasama pertahanan ini yang harus dimanfaatkan betul oleh Indonesia,” katanya.

Henwira mengatakan, Amerika Serikat memandang Indonesia sebagai jangkar ASEAN yang berpotensi sebagai sekutu untuk mengimbangi kekuatan negeri tirai bambu di Laut China Selatan.

Indonesia dinilai Amerika Serikat dan juga China merupakan negara ASEAN yang memiliki kredibilitas tinggi sebagai negara yang netral.

“Karena itu, Indonesia bisa berkontribusi meredakan ketegangan antar kedua kekuatan global tersebut, AS dan China. Indonesia harus aktif melakukan pendekatan kepada keduanya untuk mencari cara pendekatan alternatif yang dapat mengurangi ketegangan militer,” tandasnya.***

Radio internet Wartakan.ID yang juga dikenal sebagai web radio, net…

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
100 %

error: Dilarang Copy Paste !!