Kota Bandung Tertinggi Penderita DBD Ditengah Pandemi COVID-19

Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat menyebut Kota Bandung sebagai Kota tertinggi di Jabar dengan angka penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) dalam rentang Januari hingga akhir Mei mencapai 1.748 kasus angka serta kematian 9 orang.

“Endemis, artinya memang banyak sekali kasus DBD yang terjadi di Kota Bandung, jadi banyak faktor penyebab, selain dipengaruhi faktor cuaca juga geografis,” terang Rosye Arosdiani selaku Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Bandung, dikutip dari CNN Indonesia, Kamis (25/06/2020).

Ia mengatakan, secara Geografis, Kota Bandung memiliki banyak cekungan. Di titik-titik cekungan itulah nyamuk bersarang saat musim penghujan. Yang mana ada 2 (dua) kelompok usia produktif yang kerap terjangkit, yakni anak dengan usia 5 hingga 14 tahun, kemudian kelompok usia produktif yakni usia 15 hingga 44 tahun.

“Sebaiknya warga mempelajari dan mewaspadai gejala-gejala yang timbul saat terserang DBD, terutama siklus demam yang kerap bergejolak naik-turun. Demamnya seperti pelana kuda, demam terlihat sempat membaik, saat membaik sebenarnya trombosit turun, ini harus kita waspadai,” imbuhnya.

Sebagai upaya pencegahan maksimal, Dinkes Kota Bandung menginisiasi Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik dan Fogging.

Yang menarik, saat DBD meningkat, angka positif corona di Kota Bandung stagnan. Pada 22 Juni lalu Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Bandung menyatakan wilayahnya mengalami penurunan kasus selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Proporsional.

BACA JUGA:

Dikutip dari portal covid19.bandung.go.id, ada stagnasi kasus positif COVID-19 dari 13 Juni hingga 23 Juni. Dalam rentang waktu itu, angka positif 384 orang. Angka kesembuhannya pun stagnan di angka 242, senada dengan angka kematian yang tetap berjumlah 40 kasus.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) juga mengimbau masyarakat untuk mewaspadai penyakit DBD saat masa pandemi Covid-19 karena banyaknya laporan dari sejumlah Provinsi terkait kasus DBD sekaligus Covid-19.

“Dari 460 kabupaten/kota yang melaporkan kasus DBD, sebanyak 439 Kabupaten/Kota juga melaporkan kasus COVID-19, jadi ini ada infeksi ganda”, terang Siti Nadia Tarmizi selaku Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Vektor dan Zoonotik Kemenkes di Kantor BNPB Jakarta, pada Senin (22/06/2020) lalu.

Dalam laporan Kemenkes jumlah kasus DBD sudah mencapai 68 ribu kasus. Kasus DBD juga menyebabkan tingginya angka kematian. Kemenkes mencatat setidaknya ada 346 kasus meninggal dunia akibat DBD hingga Juni tahun ini.***