Site Statistics

  • Users online: 1 
26 Februari 2021

GERBANG INFORMASI EDUKASI

Peduli Lingkungan Hidup Melalaui Program CSR PT.Garuda Indonesia

0 0

Lingkungan Hidup merupakan hal terpenting yang ada di dunia. Lingkungan yang hijau dan asri membantu dunia agar tidak terjadinya global warming.

Pemanasan global (global warming) merupakan sebuah fenomena naiknya suhu permukaan bumi yang diakibatkan oleh emisi gas yang memerangkap panas matahari (gas rumah kaca).

Global warming terjadi karena berkurangnya tumbuhan dan pohon-pohon yang ada di dunia. Seperti yang kita tahu, sekarang banyak sekali oknum yang tidak bertanggung jawab menghanguskan atau membakar hutan-hutan yang ada di pedalaman, padahal hutan-hutan yang ada di pedalaman sangat berpengaruh agar tidak terjadinya global warming di Indonesia.

Hal ini menjadi bahan perhatian dari setiap pemerintah ataupun perusahaan yang langsung turun tangan untuk menjalankan program CSR nya dengan memberikan program “Peduli Lingkungan”. Program peduli lingkungan ini dijalankan oleh salahsatu perusahaan yang bergerak di bidang maskapai penerbangan yaitu PT. Garuda Indonesia.

PT Garuda Indonesa (Persero) Tbk adalah maskapai penerbangan nasional yang dimiliki oleh Pemerintah Indonesia ( BUMN ). maskapai ini telah menerima sertifikasi IATA Operational Safety Audit (IOSA) dari IATA yang berarti bahwa Garuda telah seluruhnya memenuhi standar keselamatan penerbangan internasional.

Dibalik kesuksesan maskapai ini, mempunyai sebuah program CSR yaitu memfokuskan program tanggung jawab sosial atau CSR di berbagai daerah di Indonesia.  

Dalam merealisasikan program CSR ini, Garuda Indonesia menggandeng perusahaan penyedia terkemuka mesin jet, komponen dan sistem terpadu untuk penerbangan komersial, militer dan bisnis yakni GE Aviation.

Program CSR Garuda Indonesia dinamakan Program “GARUDA INDONESIA PEDULI”.

Melalui Garuda Indonesia Peduli, PT. Garuda Indonesia telahmenjalankan program CSR yang dirancang untuk mendukung perkembangan masyarakat dan pembangunan berwawasan lingkungan yang berkelanjutan.

Program-program yang dijalankan juga kerap disinergikan dengan upaya Pemerintah, dan institusi lainnya baikdomestik maupun internasional yang menyentuh 3 aspek CSR yakni Ekonomi, Sosial,dan Lingkungan secara konsisten dan berkesinambungan.

Program CSR yang dilaksanakan bersumber pada dananya dari sekitar lima persen keuntungan perusahaan. seperti kesehatan, pendidikan, dan penanaman pohon atau penghijauan.

Aspek lingkungan sebagai pilar CSR menjadi bagian komitmen Garuda Indonesia untuk mejadi Green Airline yang mampu menghindari atau setidaknya meminimalkan dampak terhadap kelestarian lingkungan hidup.

Komitmen Garuda Indonesia untuk meminimalkan dampak aktivitas bisnis terhadap kelestarian lingkungan hidup antara lain diwujudkan dalam bentuk Green Strategy yang terdiri dari Green Campaign (People), Green Action (Planet), dan Green Responsibility (Profit).

Program-program yang dilakukan sejalan dengan IATA Four Pillar Strategy (Improved Technology, Effective Operations, Efficient infrastructure, Positive Economic Measures), di mana strategi yang dirumuskan pada tahun 2007 ini bertujuan untuk mengurangi dampak terhadap lingkungan yang dihasilkan oleh industri penerbangan.

Perkembangan terbaru dalam strategi Garuda Indonesia terkait pengelolaan lingkungan di tahun 2016 difokuskan pada upaya untuk meminimalkan dampak aktivitas bisnis terhadap kelestarian lingkungan hidup termasuk mendukung mitigasi dampak perubahan iklim dan menunjukkan praktik-praktik terbaik untuk mewujudkan kelestarian. Semua fokus tersebut dilaksanakan di bawah lingkup Garuda Indonesia Peduli Lingkungan yang dijabarkan sebagai berikut.

1.Program IATA Four Pillar Strategy (Website Garuda Indonesia – CSR Green Efforts).

Perwujudan peduli lingkungan PT Garuda Indonesia menerapkan kebijakan dan membiasakan gaya hidup hijau. Komitmen operasional perusahaan yang ramah lingkungan itu telah terwujud melalui program-program Garuda Indonesia Peduli Lingkungan salahsatu programnya ialah “ More Passengers More Tress‘’. 

Garuda Indonesia senantiasa berupaya mengurangi dampak terhadap lingkungan yang dihasilkan oleh industri penerbangan. Hal ini dilakukan melalui pengoperasian pesawat yang berwawasan lingkungan yang bertujuan untuk menurunkan tingkat emisi dan limbah serta menghemat penggunaan energi serta sumber daya alam lainnya. Melalui operasional yang berwawasan lingkungan dan pengelolaan dampak yang efektif.

Dokomentasi: Gaya Hidup Hijau Garuda Indonesia.( Website.Gatuda Indonesia-CSR Green effort)

Menurut data Asosiasi Pengangkutan Udara Internasional (IATA), industri transportasi udara menyumbang 2% dari emisi karbon di seluruh dunia dan memberikan total dampak terhadap perubahan iklim sebesar 3%. 

Dalam upaya mengurangi dampak bisnis perusahaan terhadap perubahan iklim itu, Garuda Indonesia sudah melakukan berbagai upaya dari aspek teknologi, operasi dan infrastruktur. Program “More Passengers More Trees” menjadi bagian komitmen Garuda Indonesia untuk mengiringi laju kenaikan penumpang dengan jumlah pohon sebagai langkah nyata untuk mengurangi emisi karbon. Program tersebut sudah dilaksanakan antara lain:

2. Program “One Passenger One Tree” di Taman Nasional Sebangau, Kalimantan Tengah.

Program more passengers more trees menjadi bagian komitmen Garuda Indonesia untuk mengiringi laju kenaikan penumpang dengan jumlah pohon sebagai langkah nyata untuk mengurangi emisi karbon.

Program tersebut sudah dilaksanakan antara lain: Program “One Passenger One Tree” di Taman Nasional Sebangau, Kalimantan Tengah.

Garuda Indonesia bekerja sama dengan WWF Indonesia, Departemen Kehutanan, dan Pemerintah Daerah Kalimantan Tengah merehabilitasi hutan gambut yang bernilai ekologis tinggi di Taman Nasional Sebangau, Kalimantan Tengah. Rehabilitasi dilakukan dengan menanam hingga 100.000 pohon pada kawasan seluas 250 hektar. Dana tersebut diperoleh dari hasil penjualan tiket rute internasional.

3. “Ecotourism” di Desa Karang Tengah, Yogyakarta

Garuda Indonesia bekerja sama dengan Yayasan Royal Silk Yogyakarta melaksanakan program pemberdayaan masyarakat pengrajin ulat sutera di daerah pedesaan dengan tajuk Eco Tourism dengan penanaman pohon jambu mete dan mahoni di Desa Karang Tengah, Bantul, Yogyakarta. Jumlah pohon yang ditanam adalah sebanyak 50.000 pohon, yang diperoleh dari hasil penjualan tiket Garuda rute Jepang.

4.Penanaman Bakau di Jalur Hijau Tol   Sedyatmo, Pantai Indah Kapuk

Garuda Indonesia melaksanakan penanaman sebanyak 93 “guludan” atau sebanyak 18.600 pohon Bakau (Mangrove) di Jalur Hijau Tol Sedyatmo Cengkareng, Banten dengan metode gulu dan, teknik rehabilitasi Mangrove di kawasan hutan lindung yang tergenang air.

Kegiatan ini telah tercatat dalam Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai Penanaman Mangrove dengan Sistem Gulu dan Terbanyak untuk 18.600 Bibit Mangrove. 
Penanaman bibit tanaman mangrove tersebut dilaksanakan secara bersama-sama oleh Menteri Kehutanan RI, Zulkifli Hasan, Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, dan Direktur Utama Garuda, Emirsyah Satar.###

Dokomentasi : Penanaman pohon jambu biji dikarang Tengah Jogyakarta.

5. Penanaman Variasi Tanaman Khas Jawa dan Bali di Ecopark Cibinong Science Centre-LIPI

Dokumentasi: Penanaman Variasi Tanaman Khas Jawa dan Bali

Garuda Indonesia melaksanakan program Penanaman Variasi Tanaman Khas Jawa dan Bali sebanyak 59 jenis dengan total 10.000 pohon di Ecopark Cibinong Science Centre-LIPI, Cibinong, Bogor, Jawa Barat melalui program “Pembangunan Arboretum Tumbuhan Asli Kawasan Jawa-Bali” Tahap I.

Program yang terselenggara berkat kerjasama antara Perusahaan, Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (KEHATI) dan LIPI tersebut pada tahun 2013 dilanjutkan dengan penambahan penanaman pohon khas Jawa-Bali sebanyak 10.000 sehingga total penanaman mencapai 20.000 pohon.

6. Reforestasi di Sungai Arakundo Nanggroe Aceh Darusalam (NAD)

Dalam rangka program peduli lingkungan serta kelestarian alam, maskapai nasional Garuda Indonesia melakukan penanaman 24.000 bibit pohon untuk lahan seluas 250 hektar di daerah sekitar aliran sungai (DAS) Krueng Jambo Aye (Arakundo), kecamatan Pantai Bidari, Nanggroe Aceh Darusalam (NAD) melalui kerja sama dengan Pemerintah Daerah NAD dan Yayasan Leuser Indonesia.

7.Penanaman Pohon di Padang, Sukabumi, dan Calang.

Garuda Indonesia melaksanakan penanaman pohon di lokasi pariwisata Pantai Air Manis, Sumatera Barat dengan jenis pohon Pinang, PinangTupai dan Cemara Laut dengan total 1.000 pohon. Garuda Indonesia juga melakukan penanaman 5.000 bibit Trembesi masing-masing di Sukabumi dan Calang, Aceh dalam rangka mendukung penghijauan dan perbaikan lingkungan hidup.

8. Program Penanaman Mangrove di Selat Nasik, Bangka Belitung

Dalam rangka kepedulian Perseroan terhadap lingkungan hidup khususnya terhadap abrasi pantai yang diakibatkan rusaknya hutan mangrove khususnya di wilayah Bangka-Belitung, Garuda Indonesia melaksanakan Program Penanaman Mangrove melalui pembangunan nursery dan penanaman di Desa Petaling, Selat Nasik.

Program ini merupakan bagian dari upaya pemanfaatan dan pelestarian mangrove dan sekaligus menjadikan Selat Nasik sebagai destinasi wisata edukasi. Program ini sekaligus mendukung produksi kepiting bakau yang memang berkembang di wilayah Selat Nasik.

Kegiatan yang diselenggarakan Perseroan antara lain sebagai berikut: Penanaman mangrove sebanyak 50.000 bibit Penyulaman mangrove sebanyak 10.000 bibit Pembibitan mangrove sebanyak 10.000 bibit Program ini juga memberikan edukasi bagi siswasiswi SMP dan SMK serta masyarakat dan wisatawan dalam usaha konservasi lora dan fauna, pengentasan kemiskinan. Melalui program ini potensi Desa Petaling menjadi desa wisata dapat meningkat, terutama dari aspek potensi alam yang indah dan produksi kepiting bakau yang dapat memikat calon wisatawan.

Dokumentasi: Penanaman mangrove sebanyak 5000 bibit di selat Nasik,Bangka Belitung.

9. Restorasi Terumbu Karang dan Penanaman Mangrove di Selat Ambon

Kepulauan maluku memang sudah lama dikenal untuk keindahan alamnya. Garuda bertujuan untuk meningkatkan potensi pariwisata dan perekonomian di wilayah Maluku melalui program Restorasi Terumbu Karang dan Penanaman Mangrove pada awal tahun 2017. Sebanyak 18.200 bibit mangrove dan 2.400 bibit terumbu karanag ditanam di wilayah Pantai Batu Kuda dengan harapan dapat mendukung perekonimian dan memperbaiki ekologi laut dan tentunya meningkatkan pariwisata lokal dan nasional.

Dokomentasi: Restorasi terumbu karang di selat Ambon.

Tujuan Penulis Guna Ujian Akhir Semester Corporate Social Responsibility.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
100 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

error: Dilarang Copy Paste !!
LIVE OFFLINE
track image
Loading...