Serba-serbi UKK Kefarmasian Ditengah COVID 19

Seiring keluarnya Surat Edaran dari Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Direktorat Pendidikan SMK Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 1 tahun 2020 tentang, “Pembelajaran Praktik dan Praktik Kerja Lapangan bagi Peserta Didik Sekolah Menengah Kejuruan tahun pelajaran 2019/2020 serta Pelaksanaan Uji Kompetensi bagi Lulusan Sekolah Menengah Kejuruan tahun pelajaran 2019/2020” membuka kesempatan bagi lulusan SMK tahun pelajaran 2019/2020 untuk mendapatkan Sertifikat Kompetensi di samping Ijazah.

Seluruh program pembelajaran yang awalnya tersendat karena munculnya wabah pandemi corona, saat ini dengan munculnya SE Dirjen Pendidikan Vokasi no 1 tahun 2020 bisa dilaksanakan meskipun dengan berbagai keterbatasan dan ketatnya aturan terkait kesehatan bagi seluruh pelakunya.

Sesuai isi SE, seorang siswa tidak akan bisa mendapatkan Sertifikat Kompetensi kecuali harus mengikuti Ujian Kompetensi Keahlian meskipun dalam masa pandemi COVID-19 tanpa kecuali Penulis yang saat ini sedang diberi amanah menakhodai perkumpulan sekolah Farmasi oleh teman-teman pengelola SMK Farmasi di Jawa Barat khususnya yang tergabung dalam wadah perkumpulan Forum Komunikasi Sekolah Menengah Kejuruan Farmasi (Forkom SMK Farmasi) Jawa Barat bersama rekan pengurus lainnya langsung merespon dan menindaklanjuti isi surat edaran tersebut.

Motifnya sederhana saja, keinginan lulusan SMK Farmasi tahun 2020 mendapatkan selembar Serkom. Itu saja.

Beberapa kali kami, pengurus forum merangkap panitia penyelenggara melakukan rapat secara virtual guna merencanakan langkah teknis pelaksanaan Ujian Keahlian Kejuruan (UKK) bagi anak-anak didik kami. Hal ini dilakukan karena belum boleh melakukan pertemuan secara langsung terkait wabah Corona.

Sudah tahun kedua kami melaksanakan UKK berpasangan dengan PT Kimia Farma Apotek sebagai Institusi Pasangan dari Dunia Usaha/Dunia Industri.

Dari 67 sekolah anggota Forkom, sebanyak 56 sekolah se Jawa Barat ikut serta melaksanakan UKK. Wilayah 1 Ciayumajakuning 24 sekolah, wilayah 2 Bandung Raya 11 sekolah, wilayah 3 Garut-Tasik-Ciamis-Pangandaran 8 sekolah, wilayah 4 Bogor 5 sekolah, dan wilayah 5 Depok –Bekasi 8 sekolah. Sebagian sekolah tidak melaksanakan karena berbagai alasan.

Jadwal pelaksanaan disepakati mulai awal Juni. Ketika hal ini disosialisasikan kepada para orang tua siswa alumni banyak ragam tanggapan masuk ke pihak sekolah. Ada yang tegas menolak dengan alasan melanggar SE Kemdikbud no 4 tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Pembelajaran di masa pandemi Corona.

BACA JUGA:

Mereka berdalih tanpa UKK siswa bisa lulus dari sekolah. Itu betul. Tapi bukan untuk mendapatkan Serkom. Kalaupun dapat di luar ijazah hanya Passpor Skill yang dikeluarkan pihak sekolah bukan Sertifikat yang dikeluarkan oleh DU/DI atau dari LSP. Butuh perjuangan berat untuk memahamkan pihak orang tua siswa agar mereka mengerti proses mendapatkan serkom bagi putra-putrinya.

Namun berhasil! Sejumlah 2065 siswa alumni prodi kefarmasian tahun pelajaran 2019/2020 di Jawa Barat ikut serta UKK bersama DU/DI (PT. Kimia Farma Apotek).

Protokol kesehatan dalam masa pandemi Corona tentunya dilaksanakan secara maksimal. Seluruh pelaku yang terlibat dalam kegiatan UKK diperiksa suhu tubuhnya dengan thermo gun.

Sebelum masuk laboratorium harus cuci tangan, harus pakai masker, jarak di dalam laboratorium minimal satu meter baik antar peserta maupun dengan penguji. Hal ini dilakukan demi lancarnya kegiatan dan dalam rangka memutus mata rantai penyebaran virus covid-19. Hasilnya pun tidak mengecewakan.

Meski demikian, ada beberapa yang tidak lulus dalam ujian utama, setelah melalui ujian remidial mereka akhirnya berhasil lulus dan berhak mendapatkan sertifikat kompetensi asisten tenaga kesehatan bidang kefarmasian.

Hingga pada hari Senin, 29 Juni 2020 tercatat 41 sekolah sudah selesai melaksanakan UKK. Alhamdulillaah tidak ada laporan masuk peserta maupun penguji yang terdampak Virus! Semuanya tetap sehat. Masih ada 15 sekolah yang sedang persiapan menuju UKK. Mereka menyesuaikan waktu dengan situasi kondisi masing-masing wilayahnya.

Kendati Kemdikbud memberi waktu sampai bulan November 2020. Tentu, bagi alumni yang ingin dapat serkom terfasilitasi, kesehatan seluruh panitia, peserta, dan penguji tetap terjaga. Selamat bagi sekolah yang sudah selesai. Semangat bagi sekolah yang akan melaksanakan.***

Penulis: Ahmad Yusuf (Akademisi, Pengamat Pendidikan, Pakar Bahasa, Farmakologis)